Senin, 22 April 2019


MAKALAH
PENYKIT BENIH PADA TANAMAN




Dosen pembimbing :
Wihariyanti Nur Lailiyah, SP.MP

Disusun oleh :
ERY TIRTALARAS (170101015)
M. ANDI MAULIDI ( 170101012)
M. NASSIRUDIN ALBANI ( 170101005)

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama ALLAHSWT yang maha  pengsih lagi maha penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya, yang ,telah melimpahkan rahmat, hidyah, dan inayahnya kepada kami, sehingga kami  dapat menyelesaikan makalah “PENYAKIT BENIH PADA TANAMAN”
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperkancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berkntribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasannya. Oleh karena itu deng tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapar memperbaiki makalah ini.
Akhir karta kami berharap makalah”PENYAKIT BENIH PADA TANAMAN” ini dapat memeberikan manaaf maupu inspirasi terhaap pembaca.




Gresik, 04 Oktober 2018


PENYUSUN










BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Penyakit benih merupakan penyakit penting pada berbagai komoditas pertanian. Penyakit  benih ini dapat menyebabkan kerusakan dalam bentuk perubahan warna, bentuk, nekrose,  penurunan daya kecambah, dan mengurangi nilai biji (benih). Kehilangan hasil yang disebabkan penyakit benih mencapai lebih dari 5 %, dan infeksinya dapat mencapai 50%. Penyebab utama kerusakan pada benih adalah jamur, bakteri, dan virus (patogen). Benih dapat diserang patogen sebelum biji (benih) berkecambah (pre emergence damping off), sedang apabila menyerang setelah muncul kecambah disebut post emergence damping off.
Bentuk kerusakan karena serangan patogen sangat bervariasi, tergantung macam patogen,  benih dan faktor lingkungan. Biji-biji membawa beberapa patogen yang sering menyebabkan beberapa penyakit pada  pertanaman yang tumbuh dari biji tersebut. Seperti halnya penyakit yang tumbuh dari biji sorgum dapat menyebabkan kehilangan hasil secara individual di lapang sampai lebih dari 5% dan kadang infeksinya dapat sebesar 50%. Penyakit-penyakit pada biji (benih) disamping menderita kerusakan juga menghasilkan sejumlah spora yang selanjutnya dapat menyebarkan  penyakit pada tanaman sehat di lapang, sebagai contoh penyakit bercak coklat  pada padi dan antraknose pada cabai. Patogen-patogen tersebut selain menimbulkan  penyakit pada tanaman itu sendiri, dapat pula menjadi sumber infeksi bagi tanaman lain.Dengan demikian pathogen tersebut dapat menginfeksi tanaman yang sehat. Penyebaran ini dapat dilakukan dengan perantaraan angin, air, insekta, hewan dan manusia.

1.2        Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana mekanisme pemindahan melalui benih.
2.      Mengetahui tipe pemindahan patogen memalui benih.
3.      Mengetahui vektor dan carrier
4.      Faktor – faktor yag mempengaruhi pengembangan patogen pada benih.
5.      Cara pencegahan pemindahan patogen melalui benih.
6.      Cara perawatan benih.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.      Definisi Penyakit Benih
Seed pathology involves the study and management of diseases affecting seed production and utilization, as well as disease management practices applied to seeds (Patologi Benih melibatkan studi dan pengelolaan penyakit yang mempengaruhi produksi benih dan  pemanfaatan, serta praktek-praktek manajemen penyakit diterapkan untuk benih) (Munkvold GP, 2009)

Seed pathology may be defined as the study of seedborne disease and pathogens. It includes studies on the mechanisms of infection, seed transmission, the role of seedborne inocula in disease development, techniques for the detection of seedborne pathogens and nonpathogens, seed certification standards, deterioration due to storage fungi, mycotoxins, and mycotoxicoses, and control of seedborne inocula (patologi benih dapat didefinisikan sebagai studi penyakit dan patogen seedborne. Ini mencakup studi pada mekanisme infeksi, transmisi benih, peran inokulum seedborne dalam perkembangan  penyakit, teknik untuk mendeteksi patogen seedborne dan nonpathogens, standar sertifikasi benih, kerusakan karena jamur penyimpanan, mikotoksin, dan mycotoxicoses, dan pengendalian inokulum seedborne) (S.T. NAMETH, 1998).

The area of science that studies the relationship between pathogens and seeds is Seed Pathology. It does not only identify the pathogens, it also includes the role of the seed as source of inoculum, the survival of the pathogen and the actions taken to control the  pathogens associated to it. It uses the knowledge of General Pathology, Microbiology and Seed Analysis (Bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara patogen dan biji adalah Patologi Benih. Bidang iikmu ini tidak hanya mengidentifikasi patogen, tetapi juga termasuk peran benih sebagai sumber inokulum, kelangsungan hidup patogen dan tindakan yang dilakukan untuk mengontrol patogen terkait untuk itu. Ia menggunakan Pengetahuan Umum Patologi, Mikrobiologi dan Analisis Benih) (Nome, 2014).




BAB III
PEMBAHASAN

3.1       Mekanisme Pemindahan Patogen Melalui Benih

                Benih dikatakan sehat jika benih tersebut bebas dari petogen, baik berupa bakteri, cendawan, virus maupun nematoda. Patogen adalah suatu kesatuan hidup yang dapat menyebabkan penyakit. Patogenisitas adalah kemampuan relatif dari suatu patogen untuk menyebabkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan kemungkinan dapat terjadi kecambah ataupun saat tanaman telah dewasa.
          Semua golongan patogen dapat terbawa oleh benih. Bisa terinfeksi ataupun kontaminasi pada permukaan kulit benih. Kebanyakan patogen yang terbawa oleh benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemaikan. Sebagai akibatnya benih menjadi busuk atau damping off sebelum atau sesudah benih berkecambah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih4Z-8RPq5WczenyGmuP7aK0fizvpl5ZEXZdIus7O1Tq2n3g4YbslxqRUVpjrjWGhcGzivKqEqQmTB6P8Y3TWlizS4r9q07QzvtNnAm38I7DRDyWwjzot1VOBRsMom-u5xXlfK_461l7k/s1600/download+%25283%2529.jpg

Beberapa mekanismenya pemindahan patogen melalui benih :
1.      Tanaman Induk Yang Sakit
Tanaman sakit yang mengeluarkan patogen pada benih yang diproduksi. Penularan ini dapat melalui daging buah, jaringan vaskuler, atau ditularkan melalui benangsari yang membuahi putik. Misalnya : - corynebacterium miichiganense, misalnya penyakit kanker pada tomat . Bakteri dari tanaman sakit, sampai ke daging buah dan menginfeksi benih.
-          Tobacco mosaic Virus (TMV), cucumber  Mosaic Virus (CMV) virus dapat menginfeksi benih melalui jaringan vaskuler pada tanaman tomat, kedelai, tembakau dll.
2.      Patogen Tercampur Dengan Benih
Bagian patogen dapat tercampur benih karena bentuknya yang mirip dengan benih. Mialnya :
-          Sclerotia dari jamur Scleritium rolfsii
3.      Patogen Menempel Pada Kulit Benih
Spora patogen, sel bakteri partikel virus dpat menempel pada bagian luar benih dan ikut tersimpan di dalam gudang.
4.      Patogen Menginfeksi Langsung Pada Benih Pada saat Benih Disimpan dalam gudang atau dalam pengsngkutan
-          Beberapa jamur dapat menginfeksi benih jika faktor lingkungan mendukung seperti kelebaban tinggi, kadar air biji cukup (diatas 15%). Patogen seperti ini sering disebut patogen gudang atau patogen penyimpanan (penyakit gudang, simpanan). Misalnya : jamur Aspergillus spp,. Penicillium spp. Mucor spp. Dsb.

5.      Patogen Menginfeksi Pada Saat Benih Berkecambah
Patogen dapat menginfeksi kecambah dilapangan disebut penyakit rebah kecambah(damping off) ada dua macam :
-          Pre-emergence damping off adalah kecambah diserang patogen sebelum keluar dari permukaan tanah.
-          Post-emergence damping off  jika patogen menyerang setelah kecambah muncul dari permukaan tanah .
Contoh :Pytium spp. RHIZOCTIA SPP. Phytophthora

3.2       Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Patogen Pada Benih
Kerugian yang disebabkan oleh patogen yang terbawa oleh bengih :
Menurunnya persentase perkecambahan yang disebabkan oleh benih busuk atau damping off
Turunnya kualitas benih yang diakibatkan oleh kerusakan bentuk fisik dan warna benih
Pada patogen tertentu tidak saja menyebabkan turunnya kualitas benih tetapi juga menyebabkan benih yang terinfeksi patogen menjadi beracun. Contoh terbentuknya aflatoxin yang beracum pada benih kacang tanah yang disebabkan benih terinfeksi Aspergillus flavus.
Seed borne patogen atau patogen yang terbawa oleh benih adalah setiap patogen penyebab infeksi yang berasosiasi dengan benih dan mempunyai potensi untuk menyebabkan penyakit.
Seed borne disease atau penyakit yang terbawa oleh benih adalah suatu suatu penyakit dimana patogen penyebabnya terbawa dipermukaan, di dalam atau bersama benih.


Type pemindahan patogen melalui medium benih yaitu transfer :
Dari Tanaman ke Benih (TB)
Dari Benih ke Tanaman (BT)
Dari Benih ke Benih (BB)
Dari Tanaman ke Tanaman (TT)

Contoh macam penyakit benih :
1. Penyakit : Bakterial cancer
    Penyebab : Corynebacterium
    Jenis tanaman yang diserang : Tomat
    Penyebarannya : Dari Tanaman ke Benih
2. Penyakit : Damping off
    Penyebab : Rhizoctonia solani
    Jenis tanaman yang diserang : lombok, terong, tomat
    Penyebarannya : TB
3. Penyakit : Halo blight
    Penyebab : Pseudomonas phaseolicola
    Jenis tanaman yang diserang : Kacang merah
    Penyebarannya : TB
4. Penyakit : Blackrot
    Penyebab : Xanthomonas campestris
    Jenis tanaman yang diserang : Kubis
    Penyebarannya : TB
5. Penyakit : Bacterial canker
    Penyebab : Corynobacterium
    Jenis tanaman yang diserang : Tomat
    Penyebarannya : BT
6. Penyakit : White blight
    Penyebab : Sclerotinia sclerotium
    Jenis tanaman yang diserang : Banyak tanaman
    Penyebarannya : BT
7. Penyakit : Black chaff
    Penyebab : Xanthomonas translucents
    Jenis tanaman yang diserang : Gandum
    Penyebarannya : BT
8. Penyakit : Damping off
    Penyebab dan jenis tanaman yang diserang serta penyebarannya : Rhizoctonia solani (lombok, terong,    tomat) - BT, Bakteri (Ercis) - BB
9. Penyakit : Infeksi
    Penyebab : Puccinia carthami
    Jenis tanaman yang diserang : Safflower
    Penyebarannya : TT

3.3       Vektor dan Carrier
Pemindahan patogen pada benih dapat pula terjadi melalui perantara vektor dan carrier. Vektor adalah hewan yang dapat memindahkan patogen dari suatu tempat ke tempat yang lain. Yang termasuk golongan vektor adalah insekta diantaranya adalah aphids, thrips dll.
            Carrier atau pembawa merupakan agen penyebar atau pemindah bagi ptogen secara pasif. Yang bertindak sebagai carrier adalah angin dan manusia.
Berikut Cara  Pencegahannya:
1.    Prophylaxi
       Mencakup cara-cara pencegahan terhadap kontaminasi patogen, infeksi maupun kondisi lingkungan yang menguntungkan perkembangan patogen atau penyakit.
Caranya diantaranya  : :
a. Exclusion, adalah suatu cara untuk mencegah agar patogen atau benih yang telah terinfeksi tidak masuk ke daerah dimana patogen tersebut belum ada. Salah satu caranya dengan karantina.
b. Evasion adalah cara untuk menjaga agar tanaman atau benih bebas dari patogen. Caranya dengan       menggunakanbenih          bersertifikat.

2.    Eradikasi
Adalah cara-cara yang dilakukan dengan maksud untuk mengeliminir patogen dari benih setelah       diketahuibenih     tersebut           terinfeksi         patogen.
Cara-caranya:
a.    Rotasi       tanaman
b.    Sanitasi
c.    Penggunaan          bahan   kimia
d.    Perlakuan thermoterapy (perlakuan air panas, uap panas dan udara kering dan panas)

3.    Proteksi adalah cara yang dilakukan sebelum benih terkontaminasi atau terinfeksi patogen.
Cara - caranya :
a. Pemilihan areal tanaman yang bebas dari patogen dan vektornya.
b. Cara bercocok tanam yang meliputi sumber benih, sistem benih, sistem tanam, sistem pengairan,       pengawasan          patogen           dan      cara      panen.
c.    Cara          penyimpanan
  Ada 2 cara penyimpanan benih :
Penyimpanan dalam kantong/karung adalah penyimpanan secara "bulk" dalam beraneka ragam bentuk tempat penyimpanan tertutup (silo/bin). Selama dalam penyimpanan benih harus tetap kering. Fumigasi adalah salah satu cara yang sering dilakukan dalam gudang penyimpanan benih untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Fumigan yang umum digunakan adalah : carbon disulphide, phosphine, methyl bromide,aluminium            phosphide.
d.         Penggunaan     fungisida
Penggunaan bahan kimia terutama dari golongan fungisida umum diterapkan orang untuk mencegah penyakit benih.
















DAFTAR PUSTAKA

Dwisma,   Macam - macam Pemyakit dan Pengendalian.
https://www.scribd.com/doc/220391431/10-PENYAKIT-BENIH (Diakses pada Oktober 2018 pukul 09.00 WIB)
Chusnul Marfuah, Macam Penyakit Benih.
http://ilmupertanianchusnul.blogspot.com/2016/07/macam-macam-penyakit-benih-penyebaran.html (Diakses pada Oktober 2018 pukul 09.15 WIB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PENYKIT BENIH PADA TANAMAN Dosen pembimbing : Wihariyanti Nur Lailiyah, SP.MP Disusun oleh : ERY TIRTALARAS ...