MAKALAH
PENYKIT BENIH PADA TANAMAN

Dosen
pembimbing :
Wihariyanti
Nur Lailiyah, SP.MP
Disusun
oleh :
ERY TIRTALARAS
(170101015)
M. ANDI MAULIDI (
170101012)
M. NASSIRUDIN ALBANI (
170101005)
PRODI
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH GRESIK
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut nama
ALLAHSWT yang maha pengsih lagi maha
penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya, yang ,telah
melimpahkan rahmat, hidyah, dan inayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “PENYAKIT BENIH
PADA TANAMAN”
Makalah ini telah kami
susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga
dapat memperkancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak
terimakasih kepada semua pihak yang telah berkntribusi dalam pembuatan makalah
ini.
Terlepas dari semua
itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi
susunan kalimat maupun tata bahasannya. Oleh karena itu deng tangan terbuka
kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapar memperbaiki
makalah ini.
Akhir karta kami
berharap makalah”PENYAKIT BENIH PADA TANAMAN” ini dapat memeberikan manaaf
maupu inspirasi terhaap pembaca.
Gresik, 04
Oktober 2018
PENYUSUN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Penyakit
benih merupakan penyakit penting pada berbagai komoditas pertanian. Penyakit
benih ini dapat menyebabkan kerusakan dalam bentuk perubahan warna,
bentuk, nekrose, penurunan daya kecambah, dan mengurangi nilai biji
(benih). Kehilangan hasil yang disebabkan penyakit benih mencapai lebih dari 5
%, dan infeksinya dapat mencapai 50%. Penyebab utama kerusakan pada benih
adalah jamur, bakteri, dan virus (patogen). Benih dapat diserang patogen
sebelum biji (benih) berkecambah (pre emergence damping off), sedang apabila
menyerang setelah muncul kecambah disebut post emergence damping off.
Bentuk kerusakan karena serangan patogen sangat bervariasi, tergantung
macam patogen, benih dan faktor lingkungan. Biji-biji membawa beberapa
patogen yang sering menyebabkan beberapa penyakit pada pertanaman yang
tumbuh dari biji tersebut. Seperti halnya penyakit yang tumbuh dari biji sorgum
dapat menyebabkan kehilangan hasil secara individual di lapang sampai lebih
dari 5% dan kadang infeksinya dapat sebesar 50%. Penyakit-penyakit pada biji
(benih) disamping menderita kerusakan juga menghasilkan sejumlah spora yang
selanjutnya dapat menyebarkan penyakit pada tanaman sehat di lapang,
sebagai contoh penyakit bercak coklat pada padi dan antraknose pada
cabai. Patogen-patogen tersebut selain menimbulkan penyakit pada tanaman
itu sendiri, dapat pula menjadi sumber infeksi bagi tanaman lain.Dengan demikian pathogen tersebut dapat
menginfeksi tanaman yang sehat. Penyebaran ini dapat dilakukan dengan
perantaraan angin, air, insekta, hewan dan
manusia.
1.2 Tujuan
1.
Untuk mengetahui
bagaimana mekanisme pemindahan melalui benih.
2.
Mengetahui tipe
pemindahan patogen memalui benih.
3.
Mengetahui
vektor dan carrier
4.
Faktor – faktor
yag mempengaruhi pengembangan patogen pada benih.
5.
Cara pencegahan
pemindahan patogen melalui benih.
6.
Cara perawatan
benih.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Definisi Penyakit Benih
Seed pathology involves the study
and management of diseases affecting seed production and utilization, as well
as disease management practices applied to seeds (Patologi Benih melibatkan
studi dan pengelolaan penyakit yang mempengaruhi produksi benih dan pemanfaatan,
serta praktek-praktek manajemen penyakit diterapkan untuk benih) (Munkvold GP,
2009)
Seed pathology may be defined as the
study of seedborne disease and pathogens. It includes studies on the mechanisms
of infection, seed transmission, the role of seedborne inocula in disease
development, techniques for the detection of seedborne pathogens and
nonpathogens, seed certification standards, deterioration due to storage fungi,
mycotoxins, and mycotoxicoses, and control of seedborne inocula (patologi benih
dapat didefinisikan sebagai studi penyakit dan patogen seedborne. Ini mencakup
studi pada mekanisme infeksi, transmisi benih, peran inokulum seedborne dalam
perkembangan penyakit, teknik untuk mendeteksi patogen seedborne dan
nonpathogens, standar sertifikasi benih, kerusakan karena jamur penyimpanan,
mikotoksin, dan mycotoxicoses, dan pengendalian inokulum seedborne) (S.T.
NAMETH, 1998).
The area of science that studies the
relationship between pathogens and seeds is Seed Pathology. It does not only
identify the pathogens, it also includes the role of the seed as source of
inoculum, the survival of the pathogen and the actions taken to control the
pathogens associated to it. It uses the knowledge of General Pathology,
Microbiology and Seed Analysis (Bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara
patogen dan biji adalah Patologi Benih. Bidang iikmu ini tidak hanya
mengidentifikasi patogen, tetapi juga termasuk peran benih sebagai sumber
inokulum, kelangsungan hidup patogen dan tindakan yang dilakukan untuk
mengontrol patogen terkait untuk itu. Ia menggunakan Pengetahuan Umum Patologi,
Mikrobiologi dan Analisis Benih) (Nome, 2014).
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Mekanisme Pemindahan Patogen Melalui
Benih
Benih dikatakan sehat jika
benih tersebut bebas dari petogen, baik berupa bakteri, cendawan, virus maupun
nematoda. Patogen adalah suatu kesatuan hidup yang dapat menyebabkan penyakit.
Patogenisitas adalah kemampuan relatif dari suatu patogen untuk menyebabkan
penyakit. Penyakit
yang ditimbulkan kemungkinan dapat terjadi kecambah ataupun saat tanaman telah
dewasa.
Semua golongan patogen dapat terbawa oleh benih. Bisa terinfeksi ataupun kontaminasi pada permukaan kulit benih. Kebanyakan patogen yang terbawa oleh benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemaikan. Sebagai akibatnya benih menjadi busuk atau damping off sebelum atau sesudah benih berkecambah.
Semua golongan patogen dapat terbawa oleh benih. Bisa terinfeksi ataupun kontaminasi pada permukaan kulit benih. Kebanyakan patogen yang terbawa oleh benih menjadi aktif segera setelah benih disebar atau disemaikan. Sebagai akibatnya benih menjadi busuk atau damping off sebelum atau sesudah benih berkecambah.
Beberapa mekanismenya pemindahan patogen melalui
benih :
1. Tanaman
Induk Yang Sakit
Tanaman sakit yang mengeluarkan
patogen pada benih yang diproduksi. Penularan ini dapat melalui daging buah,
jaringan vaskuler, atau ditularkan melalui benangsari yang membuahi putik.
Misalnya : - corynebacterium miichiganense, misalnya penyakit kanker pada tomat
. Bakteri dari tanaman sakit, sampai ke daging buah dan menginfeksi benih.
-
Tobacco mosaic Virus (TMV),
cucumber Mosaic Virus (CMV) virus dapat
menginfeksi benih melalui jaringan vaskuler pada tanaman tomat, kedelai,
tembakau dll.
2. Patogen
Tercampur Dengan Benih
Bagian patogen dapat tercampur
benih karena bentuknya yang mirip dengan benih. Mialnya :
-
Sclerotia dari jamur Scleritium rolfsii
3. Patogen
Menempel Pada Kulit Benih
Spora patogen, sel bakteri partikel
virus dpat menempel pada bagian luar benih dan ikut tersimpan di dalam gudang.
4. Patogen
Menginfeksi Langsung Pada Benih Pada saat Benih Disimpan dalam gudang atau
dalam pengsngkutan
-
Beberapa jamur dapat menginfeksi benih
jika faktor lingkungan mendukung seperti kelebaban tinggi, kadar air biji cukup
(diatas 15%). Patogen seperti ini sering disebut patogen gudang atau patogen
penyimpanan (penyakit gudang, simpanan). Misalnya : jamur Aspergillus spp,.
Penicillium spp. Mucor spp. Dsb.
5. Patogen
Menginfeksi Pada Saat Benih Berkecambah
Patogen dapat menginfeksi kecambah
dilapangan disebut penyakit rebah kecambah(damping off) ada dua macam :
-
Pre-emergence damping off
adalah kecambah diserang patogen sebelum keluar dari permukaan tanah.
-
Post-emergence damping off jika patogen menyerang setelah kecambah
muncul dari permukaan tanah .
Contoh
:Pytium spp. RHIZOCTIA SPP. Phytophthora
3.2 Faktor
Yang Mempengaruhi Pengembangan Patogen Pada Benih
Kerugian yang disebabkan oleh patogen yang terbawa oleh bengih :
Menurunnya persentase
perkecambahan yang disebabkan oleh benih busuk atau damping off
Turunnya kualitas benih yang
diakibatkan oleh kerusakan bentuk fisik dan warna benih
Pada patogen tertentu tidak
saja menyebabkan turunnya kualitas benih tetapi juga menyebabkan benih yang
terinfeksi patogen menjadi beracun. Contoh terbentuknya aflatoxin yang beracum
pada benih kacang tanah yang disebabkan benih terinfeksi Aspergillus
flavus.
Seed borne patogen atau patogen yang terbawa oleh benih adalah setiap
patogen penyebab infeksi yang berasosiasi dengan benih dan mempunyai potensi
untuk menyebabkan penyakit.
Seed borne disease atau penyakit yang terbawa oleh benih adalah suatu suatu penyakit dimana patogen penyebabnya terbawa dipermukaan, di dalam atau bersama benih.
Seed borne disease atau penyakit yang terbawa oleh benih adalah suatu suatu penyakit dimana patogen penyebabnya terbawa dipermukaan, di dalam atau bersama benih.
Type pemindahan patogen melalui medium benih yaitu transfer :
Dari Tanaman ke Benih (TB)
Dari Benih ke Tanaman (BT)
Dari Benih ke Benih (BB)
Dari Tanaman ke Tanaman (TT)
Contoh macam penyakit benih :
1. Penyakit : Bakterial cancer
Penyebab : Corynebacterium
Jenis tanaman yang diserang : Tomat
Penyebarannya : Dari Tanaman ke Benih
2. Penyakit : Damping off
Penyebab : Rhizoctonia solani
Jenis tanaman yang diserang : lombok, terong, tomat
Penyebarannya : TB
3. Penyakit : Halo blight
Penyebab : Pseudomonas phaseolicola
Jenis tanaman yang diserang : Kacang merah
Penyebarannya : TB
4. Penyakit : Blackrot
Penyebab : Xanthomonas campestris
Jenis tanaman yang diserang : Kubis
Penyebarannya : TB
5. Penyakit : Bacterial canker
Penyebab : Corynobacterium
Jenis tanaman yang diserang : Tomat
Penyebarannya : BT
6. Penyakit : White blight
Penyebab : Sclerotinia sclerotium
Jenis tanaman yang diserang : Banyak tanaman
Penyebarannya : BT
7. Penyakit : Black chaff
Penyebab : Xanthomonas translucents
Jenis tanaman yang diserang : Gandum
Penyebarannya : BT
8. Penyakit : Damping off
Penyebab dan jenis tanaman yang diserang serta penyebarannya : Rhizoctonia solani (lombok, terong, tomat) - BT, Bakteri (Ercis) - BB
9. Penyakit : Infeksi
Penyebab : Puccinia carthami
Jenis tanaman yang diserang : Safflower
Penyebarannya : TT
1. Penyakit : Bakterial cancer
Penyebab : Corynebacterium
Jenis tanaman yang diserang : Tomat
Penyebarannya : Dari Tanaman ke Benih
2. Penyakit : Damping off
Penyebab : Rhizoctonia solani
Jenis tanaman yang diserang : lombok, terong, tomat
Penyebarannya : TB
3. Penyakit : Halo blight
Penyebab : Pseudomonas phaseolicola
Jenis tanaman yang diserang : Kacang merah
Penyebarannya : TB
4. Penyakit : Blackrot
Penyebab : Xanthomonas campestris
Jenis tanaman yang diserang : Kubis
Penyebarannya : TB
5. Penyakit : Bacterial canker
Penyebab : Corynobacterium
Jenis tanaman yang diserang : Tomat
Penyebarannya : BT
6. Penyakit : White blight
Penyebab : Sclerotinia sclerotium
Jenis tanaman yang diserang : Banyak tanaman
Penyebarannya : BT
7. Penyakit : Black chaff
Penyebab : Xanthomonas translucents
Jenis tanaman yang diserang : Gandum
Penyebarannya : BT
8. Penyakit : Damping off
Penyebab dan jenis tanaman yang diserang serta penyebarannya : Rhizoctonia solani (lombok, terong, tomat) - BT, Bakteri (Ercis) - BB
9. Penyakit : Infeksi
Penyebab : Puccinia carthami
Jenis tanaman yang diserang : Safflower
Penyebarannya : TT
3.3 Vektor dan Carrier
Pemindahan patogen pada benih dapat pula terjadi melalui perantara vektor
dan carrier. Vektor adalah hewan yang dapat memindahkan patogen dari suatu
tempat ke tempat yang lain. Yang termasuk golongan vektor adalah insekta
diantaranya adalah aphids, thrips dll.
Carrier atau pembawa merupakan agen penyebar atau pemindah bagi ptogen secara pasif. Yang bertindak sebagai carrier adalah angin dan manusia.
Carrier atau pembawa merupakan agen penyebar atau pemindah bagi ptogen secara pasif. Yang bertindak sebagai carrier adalah angin dan manusia.
Berikut Cara Pencegahannya:
1. Prophylaxi
Mencakup cara-cara pencegahan terhadap kontaminasi patogen, infeksi maupun kondisi lingkungan yang menguntungkan perkembangan patogen atau penyakit.
Caranya diantaranya : :
a. Exclusion, adalah suatu cara untuk mencegah agar patogen atau benih yang telah terinfeksi tidak masuk ke daerah dimana patogen tersebut belum ada. Salah satu caranya dengan karantina.
b. Evasion adalah cara untuk menjaga agar tanaman atau benih bebas dari patogen. Caranya dengan menggunakanbenih bersertifikat.
1. Prophylaxi
Mencakup cara-cara pencegahan terhadap kontaminasi patogen, infeksi maupun kondisi lingkungan yang menguntungkan perkembangan patogen atau penyakit.
Caranya diantaranya : :
a. Exclusion, adalah suatu cara untuk mencegah agar patogen atau benih yang telah terinfeksi tidak masuk ke daerah dimana patogen tersebut belum ada. Salah satu caranya dengan karantina.
b. Evasion adalah cara untuk menjaga agar tanaman atau benih bebas dari patogen. Caranya dengan menggunakanbenih bersertifikat.
2. Eradikasi
Adalah cara-cara yang dilakukan dengan maksud untuk mengeliminir patogen dari benih setelah diketahuibenih tersebut terinfeksi patogen.
Cara-caranya:
a. Rotasi tanaman
b. Sanitasi
c. Penggunaan bahan kimia
d. Perlakuan thermoterapy (perlakuan air panas, uap panas dan udara kering dan panas)
3. Proteksi adalah cara yang dilakukan sebelum benih terkontaminasi atau terinfeksi patogen.
Cara - caranya :
a. Pemilihan areal tanaman yang bebas dari patogen dan vektornya.
b. Cara bercocok tanam yang meliputi sumber benih, sistem benih, sistem tanam, sistem pengairan, pengawasan patogen dan cara panen.
c. Cara penyimpanan
Ada 2 cara penyimpanan benih :
Penyimpanan dalam kantong/karung
adalah penyimpanan secara "bulk" dalam beraneka ragam bentuk tempat
penyimpanan tertutup (silo/bin). Selama dalam penyimpanan benih harus tetap
kering. Fumigasi adalah salah satu cara yang sering dilakukan dalam gudang
penyimpanan benih untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Fumigan yang umum
digunakan adalah : carbon disulphide, phosphine, methyl bromide,aluminium phosphide.
d. Penggunaan fungisida
Penggunaan bahan kimia terutama dari golongan fungisida umum diterapkan orang untuk mencegah penyakit benih.
d. Penggunaan fungisida
Penggunaan bahan kimia terutama dari golongan fungisida umum diterapkan orang untuk mencegah penyakit benih.
DAFTAR PUSTAKA
Dwisma, Macam - macam Pemyakit dan
Pengendalian.
https://www.scribd.com/doc/220391431/10-PENYAKIT-BENIH (Diakses pada Oktober 2018 pukul 09.00 WIB)
Chusnul Marfuah, Macam Penyakit Benih.
http://ilmupertanianchusnul.blogspot.com/2016/07/macam-macam-penyakit-benih-penyebaran.html (Diakses pada Oktober 2018 pukul 09.15
WIB)
